Melalui mesin ATM, investor dapat melakukan pengecekan investasinya di pasar modal berupa saham, ORI dan lainnya yang disimpan oleh Perusahaan Efek di KSEI.
“Kemudahan untuk memantau dan memastikan keberadaan aset investasi di pasar modal ini juga diharapkan dapat menjawab keraguan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal,” imbuhnya.
Dia menjelaskan masih enggannya masyarakat untuk berinvestasi di pasar karena dianggap tidak nyata atau berwujud diharapkan dapat ditepis, karena seperti halnya dana di bank atau investasi konvensional berupa tanah dan properti,
investasi di pasar modal berupa saham, ORI dan lainnya yang disimpan di KSEI juga jelas dan nyata keberadaannya serta dapat dicek kapan saja secara mudah.
Luasnya jaringan ATM Bank serta kemudahan penggunaannya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan jumlah investor pasar modal,” tambahnya.
Berdasarkan data KSEI per akhir Oktober 2014, jumlah investor yang login secara nasional hanya sekitar 13% dari sekitar 350.000 investor.
Sementara Ifwanriza, Manager Electronic Banking Bank Mandiri mengungkapkan,
“Kami berkomitmen untuk senantiasa mendukung pasar modal Indonesia, baik dalam mendukung kebijakan dan program dari Regulator, maupun kebutuhan pelaku pasar modal. Apa yang kami lakukan saat ini dengan meluncurkan Co-Branding Bank Mandiri dan AKSes KSEI merupakan wujud nyata Bank Mandiri dalam mendukung secara penuh perkembangan Pasar Modal Indonesia”, imbuhnya.












