Selain untuk memastikan keberlangsungan pembangunan IKN, Puan Maharani sebagai cucu Bung Karno, dinilai oleh lelaki yang juga aktifis muda Nahdliyyin kulutral ini, mampu menyerap dan menselaraskan cita cita dan semangat yang dahulu pernah di gelorakan oleh Bung Karno yang ingin menempatkan Kalimantan sebagai pusat pemerintahan.
“Kenapa IKN ditempatkan di Kalimantan Timur oleh Presiden Jokowi, karena hal ini secara historis pernah dilakukan oleh Bung Karno pada tahun 1960. Dimana saat itu, Bung Karno sudah menempatkan Kalimantan itu sebagai koridor strategis guna menatap masa depan dunia yang berada di Pasifik,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pembangunan IKN merupakan cermin geopolitik dari Presiden Pertama RI Soekarno yang menginginkan suatu kepemimpinan Indonesia dimata dunia internasional yang bebas dari penjajahan atau Indonesia sentris.
Mengingat, di depan Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur itu terbentang suatu kawasan perdagangan strategis dari Selat Lombok hingga ke Selat Makassar.
“Kita tahu, Ibu Kota Indonesia saat ini, sedikit banyak masih ada nuansa sisi peninggalan dari kolonial. Sedang, Ibu Kota yang baru ini murni dari konsep, pemikiran, design, dan semangat dari bangsa sendiri. Saya yakin dan menaruh harapan kepada Ibu Puan untuk mengawal pembangunan IKN ini sampai purna nanti 2045,” jelasnya.















