“Kami sebagai organisasi juga ingin berubah tanpa melupakan sejarah kelam propinsi Banten dan juga Indonesia yang dilanda tsunami korupsi pada dua tahun belakangan ini. Kami tidak ingin melupakan sejarah. Dengan kondisi seperti ini, sesulit apapun perubahan itu dilakukan, bersama organisasi penyelenggara lainnya, kami bertekad untuk terus maju demi Indonesia satu tak terbagi,” ujar Rudy.
Max Havelaar adalah sebuah novel karya berdasarkan fakta yang ditulis oleh Multatuli, nama samara Eduard Douwes Dekker.
Karya yang ditulis di Belgia pada tahun 1860an ini berisi tentang penindasan, kerja paksa dan korupsi yang dialami oleh rakyat Kabupaten Lebak di mana bupatinya adalah seorang pribumi.
Eduard Douwes Dekker sendiri menjabat sebagai asisten residen Karisedan Lebak ketika penindasan dan kerja paksa itu berlangsung.
Buku ini mengundang reaksi keras dari masyarakat Eropa dan membuat malu Pemerintah Hindia Belanda. Buku ini pula yang akhirnya menjadi inspirasi berdirinya organisasi dan gerakan kebangsaan pribumi pada masa itu.













