JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non-pengendali sebesar Rp576 miliar pada semester I 2025, melonjak 348,1% jika dibanding periode sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih tersebut didukung oleh laba operasional yang membaik serta biaya provisi yang turun signifikan.
Pendapatan bunga BNII tumbuh 5,1% menjadi Rp6,64 triliun sehubungan dengan loan average balance yang membaik dan manajemen pricing di tengah kondisi penyaluran kredit yang ketat. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) meningkat 1,7% menjadi Rp3,57 triliun meski biaya bunga tetap tinggi.
Adapun pendapatan non-bunga (Non-Interest Income/NOII) meningkat 19,0% menjadi Rp975 miliar, ditopang pendapatan fees Global Market (GM) yang tumbuh lebih dari tiga kali lipat mencapai Rp178 miliar. Gross Operating Income naik 5,0% menjadi Rp4,55 triliun.
Di tengah berbagai tantangan, BNII tetap fokus dalam memperkuat portofolio kredit pada segmen-segmen utama yakni, segmen UKM, korporasi lokal skala besar, dan ritel. Kredit segmen ritel dan non-ritel Community Financial Services (CFS) tumbuh 9,2% Y-o-Y menjadi Rp84,51 triliun. Kredit segmen non-ritel naik 12,1% menjadi Rp37,50 triliun, didukung kredit segmen Business Banking (Komersial) yang tumbuh 17,5%, kredit SME+ dan Retail SME (RSME) yang masing-masing tumbuh 10,0% dan 8,1%.














