Karena itu, dirinya menyarankan agar pimpinan PKS introspeksi diri dan jangan mencari-cari pembenaran terus. Partai adalah organisasi manusia, dan bagi dirinya kekalahan di Jawa barat itu menyakitkan, setelah sekian lama menjaga kursi Aher dalam suasana mencekam. “Dua periode kita jaga Jawa Barat di tangan kader inti. Sekarang hilang. Merayu Demiz untuk mau mendampingi Aher itu perjuangan, dan itu pengorbanan demi yang tidak bisa saya lupakan. Dia (Demiz) pahlawan PKS! Mau muji apa? Stop cari pembenaran! Stop!” katanya.
Fahri pun mengajak pimpinan PKS untuk kembalilah ke jalan dakwah yang penuh hikmah, ke jalan akal dan nurani yang lembut. Pimpinan PKS harus berlapang dada dan akal yang luas serta budi pekerti yang tinggi menjulang. “Jika tidak mendingan mundur teratur. Kasian kader dan rakyat jadi korban,” tegas anggota DPR dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***













