Megawati harus mulai merangkul, aktif berkomunikasi, melupakan “luka” masa lalu demi kepentingan Indonesia yang lebih besar.
Kedua, harus ada koreksi atas strategi politik trio Jokowi-JK-Megawati.
Dalam kultur politik Indonesia, partai umumnya ingin ikut berkuasa. Namun dengan susahnya trio ini merangkul tambahan partai agar menjadi mayoritas di parlemen, pasti ada kesalahan strategi yang membuat trio ini justru terisolasi dalam politik parlemen.
Ketiga, sebelum membuat Perppu, presiden SBY disarankan meminta fatwa MK terlebih dahulu (jika dimungkinkan), bertanya apakah RUU pilkada via dprd bisa dibatalkan demi hukum, karena suara yang setuju kurang dari separuh yg hadir.
Ini tak sesuai dengan tatib DPR sendiri.
Penulis adalah Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI)













