Kategori film terdiri dari pendapatan dari digital, film bioskop, dan televisi.
Kontributor penjualan lainnya adalah sewa gedung dan sewa perlengkapan syuting.
Sebagai bagian dari strategi pivot, MD Pictures membukukan pertumbuhan besar pada penjualan digital sebesar 443,9% dari Rp 19,6 miliar pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp 106,6 miliar di periode yang sama tahun 2021.
Penjualan digital berkontribusi sebesar 94,5% dari penjualan film total dan 84,3% dari total penjualan.
“Sejalan dengan era new normal akibat pandemi, penjualan televisi berlipat ganda, sementara penjualan film bioskop pada semester ini masih relatif rendah,” jelasnya.
Pertumbuhan pesat pada penjualan yang didukung oleh kinerja kuat di kategori film digital mendorong MD Pictures untuk membalikkan kondisi keuangan yang sebelumnya mencetak kerugian sebesar Rp 33,9 miliar pada tahun lalu menjadi laba bersih sebesar Rp 34,6 miliar pada enam bulan pertama tahun 2021.
Selain mengumumkan kinerja untuk semester pertama tahun 2021, MD Pictures juga melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa pada 19 Agustus 2021.
Pada rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui, antara lain, laporan keuangan Perseroan untuk tahun 2020, pembayaran dividen sebesar Rp 100 miliar, penunjukan Kantor Akuntan Publik atas audit laporan keuangan Perseroan untuk tahun 2021, dan perubahan susunan Direksi Perseroan.













