Selain itu, lanjutnya, tren positif performa film nasional yang masih berlanjut di semester pertama 2025, juga berperan positif bagi Cinema XXI.
Hal ini tercermin dari kontribusi film nasional yang mencapai lebih dari 65% dari jumlah penonton di semester pertama 2025.
“Sebagai jaringan bioskop terbesar di Indonesia, kami bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kemajuan film Indonesia,” ungkapnya
Surya mengatakan, kontribusi pendapatan Cinema XXI masih berasal dari dua lini bisnis utama yaitu penjualan tiket bioskop sebesar 62,4%, dan penjualan makanan-minuman sebesar 33,6%.
Dia menambahkan, pada semester I 2025 ini terjadi peningkatan penjualan produk makanan.
Hal itu dilihat dari rata-rata spend per head (SPH) untuk makanan dan minuman naik menjadi Rp25 ribuan, dibanding Rp23 ribuan pada semester I 2024.
“Peningkatan SPH ini menjadi indikator penting bahwa minat penonton terhadap produk F&B kami terus tumbuh secara sehat,” ujarnya..
Di tengah pencapaian kinerja yang positif pada kuartal kedua tahun 2025, Perseroan kembali membayarkan dividen final untuk tahun buku 2024 sebesar Rp4 per saham atau setara dengan nilai pembayaran mencapai Rp333 miliar.
Sebelumnya, Perseroan juga telah membayarkan dividen interim sebesar Rp5 per saham pada bulan November 2024, sehingga secara total, Perseroan telah membayarkan Rp9 per saham atau setara dengan 103% rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2024.















