Malah kegiatan Ibu-ibu pengajian, justru memberikan contoh kepada anak, keluarga, dan lingkungan sosialnya, untuk membangun akhlak dan keilmuan keagamaan.
Hal ini sebagai benteng ketahanan keluarga dari gempuran ideologi liberalisme, sekulerisme, dan hedonisme yang merusak moral bangsa, khususnya generasi muda belakangan ini.
Oleh karena itu, kata Atin Korlas, pihaknya menyayangkan pernyataan Megawati Soekarnoputri yang terkesan mencemooh, nyinyir, dan terkesan melecehkan Ibu-Ibu yang aktif dan cinta pengajian.
“Padahal beliau mantan Presiden dan Ketum DPP PDI Perjuangan, yang seharusnya menjadi contoh bagi umat dan mensupport pengajian sebagai sarana memperkuat kualitas spiritual dan moral bangsa,” paparnya.
Dalam pantauan lapangan, massa tetap semangat melakukan aksi unjuk rasa meski ada guyuran hujan.
Bahkan tetap menggelar orasi dan membagi bagikan pernyataan sikap mereka.
Selain melakukan aksi di depan Patung kuda, massa aksi bergerak melewati kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Tengku Umar dan Kantor DPP DPIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Mereka berhenti sejenak untuk melakukan orasi diatas mobil komando aksi.***













