Seminar yang juga disiarkan secara daring diikuti jajaran tiga pilar partai—DPD, DPC, anggota legislatif dari berbagai tingkatan, hingga kepala daerah kader PDIP.
Hadir secara langsung sejumlah tokoh kesehatan, praktisi, akademisi, perwakilan pasien, serta masyarakat umum.
Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning menegaskan negara tidak boleh mengabaikan suara pasien miskin.
“Pasien bukan sekadar angka statistik. Mereka manusia yang punya harapan hidup lebih baik,” tegas Ribka.
Ia juga menekankan bahwa BPJS Kesehatan merupakan bentuk hibah negara untuk rakyat, bukan sekadar asuransi.
Senada dengan Ribka, Ketua DPP Bidang Jaminan Sosial Charles Honoris mengingatkan bahwa meski cakupan jaminan kesehatan nasional sudah 98,3 persen, ketimpangan layanan di daerah terpencil masih tinggi.
“Akses tanpa mutu adalah ilusi,” katanya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, Hari Keselamatan Pasien Sedunia menjadi pengingat tanggung jawab ideologis partai terhadap isu kesehatan rakyat.
“Persoalan kesehatan adalah investasi penting bagi masa kini dan masa depan,” ujarnya.
Acara ini juga dihadiri sejumlah kader PDIP seperti Ganjar Pranowo, Abdullah Azwar Anas, Tri Rismaharini, Wiryanti Sukamdani, Puti Guntur Soekarno, dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati.















