Apabila suara PDI Perjuangan di Parlemen nantinya bergabung dengan suara partai-partai pendukung Capres 01, maka akan menjadi sangat besar dan berpotensi menjadi gelombang oposisi yang sangat tangguh.
Maka mau tak mau, jikapun nantinya Prabowo-Gibran yang menang (terpilih menjadi Presiden), Prabowo akan mati-matian melobi partai pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD (PDI Perjuangan) dan partai-partai pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (NASDEM, PKB, PKS).
Pertanyaannya, maukah PDI Perjuangan, NASDEM, PKB dan PKS mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, jika partai-partai itu tak mendapatkan apa-apa dari dukungannya?
Rasanya hal itu sangat mustahil.
Disinilah mengapa saya harus katakan bahwa PDI Perjuangan masih akan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perjalanan Pemerintahan Prabowo-Gibran di masa mendatang.
Belum lagi jika kita melihat, maaf faktor kesehatan Prabowo di usianya yang ke 73 tahun ini, tentunya Prabowo akan sangat melemah dan Gibran akan tertinggal sendirian tanpa kekuatan Parpol yang memback upnya selain akan berharap banyak pada dukungan PDI Perjuangan.
Ini jika kita berbicara dalam konteks politik yang ideal, dimana hasil perolehan suara dalam PILPRES dan PEMILU 2024 ini hasil Quick Count selaras dengan perhitungan KPU.













