Sedangkan sampai detik ini masih ditemukan banyak bukti kecurangan elektoral yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Gibran dan masih terus menuai protes dari berbagai pihak.
Bila kemudian nantinya terbukti banyak kecurangan hasil perolehan PILPRES, maka PILPRES berpotensi untuk diulang atau setidaknya terjadi dua putaran.
Jika kemudian yang terakhir ini yang terjadi, maka Banteng bukan lagi akan berdiri kokoh menginjak Mawar Merah simbol PSI Partainya Guremnya Jokowi, namun juga Banteng akan menginjak Pemerkosa Demokrasi yang saat ini masih berkuasa dengan kepanikannya.
Megawati menang itu sudah pasti.
Lalu kemana wajah Pemerkosa Demokrasi yang melahirkan Anak Haram Konstitusi itu akan disembunyikan?
Raja Yogyakarta (Sri Sultan Hamengkubuwono X) toh sudah mewanti-wanti pada Presiden Jokowi,”Jangan hianati Ibu Megawati, beliau Putri Bapak Proklamator, yang jika tidak ada bapaknya Indonesia belum tentu bisa merdeka”.
Akankah Jokowi kuwalat dunia-akhirat? Wallahu a’lam, yang jelas tanda-tanda alam sudah menuju kesana.
Penulis adalah Lawyer dan Pengamat Politik di Jakarta













