Walau secara keseluruhan bahan makanan mengalami inflasi tertinggi, namun komoditas beras yang merupakan bagian dari kelompok bahan makanan, masih mengalami deflasi.
Mengingat bulan Ramadhan yang semakin dekat, BPS memberikan pendapat terkait perlunya upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang biasa terjadi selama momen tersebut. “Perlunya mengontrol komoditi yang banyak dikonsumsi maysarakat, khususnya beras,” ujar Suryamin dalam konferensi pers tersebut.
Selain hal tersebut, secara keseluruhan Suryamin menyampaikan pentingnya untuk mengendalikan harga beras, ikan, ayam, minyak goreng, dan telur ayam yang dilakukan secara serempak di seluruh wilayah indonesia. Hal ini dikarenakan inflasi menentukan daya beli masyarakat.
“Kalau inflasi tinggi namun pendapat masyarakat tidak naik, maka daya beli akan turun,” ujar Suryamin.
Selain itu, Suryamin juga mengharapkan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang memasuki bulan Ramadhan dan Lebaran, untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang jauh lebih tinggi dari yang biasanya terjadi pada momen tersebut.
Berikut ini daftar komoditas yang memberikan andil inflasi Mei 2015:
Pendukung Inflasi:
Cabe Merah, andil terhadap pembentukan inflasi Mei sebesar 0,1 persen, dengan perubahan harga rata-rata di seluruh Kota IHK terhadap bulan April 2015 sebesar 22,2 persen,. Hal ini dikarenakan berkurangnya pasokan dari sentra produksi.















