JAKARTA – PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA) memulai penawaran umum perdana saham atau IPO (initial public offering) pada 2-6 Mei 2024.
Pencatatan saham SOLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan pada 8 Mei 2024 dan calon emiten di bidang perdagangan aspal dan jasa konstruksi ini telah menetapkan harga IPO Rp 110 per saham.
Dengan demikian, Perseroan akan memperoleh dana segar sebesar Rp 72,187 miliar.
Seperti dikutip dari laman e-IPO BEI, Jumat (3/5/2024), SOLA menawarkan sebanyak 656,250 juta saham ke publik dengan nominal Rp20 setiap saham.
Total saham yang ditawarkan ini sebanyak 20% dari saham disetor SOLA setelah IPO.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sebesar Rp 48,27 miliar akan digunakan Perseroan untuk peningkatan modal di lima entitas anak, yaitu PT Xolabit Bitumen Industri (XBI), PT Aspal Polimer Emulsindo (APE), PT Modifikasi Bitumen Sumatera (MBS), PT Aplikasi Bitumen Indonesia (ABI), dan PT Bumiraya Energi Hijau (BEH).
Sisanya, menurut manajemen SOLA, akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, yaitu untuk pembelian persediaan aspal, biaya operasional kantor, biaya marketing, biaya leasing kendaraan operasional dan gaji karyawan.














