Berdasarkan hasil dari penawaran saham ARCI selama masa bookbuilding dan offering period melalui sistem e-IPO, saham ARCI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) untuk Penjatahan Terpusat.
Dengan adanya peraturan penjatahan yang baru (clawback) dari sistem e-IPO, perseroan mengalokasikan porsi Penjatahan Terpusat untuk investor ritel yang lebih tinggi dan mengurangi porsi Penjatahan Pasti untuk investor institusi.
Rencananya, sebesar 95 persen dari dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk pembayaran sebagian pokok utang bank, sedangkan sisanya akan dimanfaatkan untuk pembiyaan kegiatan operasional dan modal kerja perseroan, serta entitas anak usahanya, yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan/atau PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
“Melalui anak perusahaan Archi, MSM dan TTN, Archi memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman dan rekam jejak operasional yang baik dan terus berkembang di Tambang Emas Toka Tindung, Sulawesi Utara,” kata Wakil Direktur Utama ARCI, Rudy Suhendra.
Per akhir Desember 2020, Tambang Emas Toka Tindung memiliki cadangan bijih emas (bersertifikasi JORC) sebanyak 3,9 juta ons atau setara dengan 121 ton) dan mampu memproduksi lebih dari 200 kilo ons emas per tahun sejak 2016, serta mencatatkan rekor produksi tertinggi mencapai 270 kilo ons.











