Selain itu, penurunan kas ADHI juga dipengaruhi oleh masih adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan di Semester I-2025 sebesar Rp676,84 miliar, meskipun nilainya sudah lebih rendah 76,8 persen dibandingkan Semester I-2024 yang mencapai Rp2,91 triliun.
Pada sisi income statement di Semester I-2025, pendapatan perusahaan pelat merah di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini tercatat anjlok 32,92 persen menjadi Rp3,81 triliun dari Rp5,68 triliun pada periode yang sama di 2024.
Beruntungnya, selama enam bulan pertama tahun ini ADHI bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 37,21 persen (year-on-year) menjadi Rp3,24 triliun, sehingga laba bruto di Semester I-2025 menjadi Rp572,87 miliar atau bertumbuh 9,81 persen (y-o-y).
Namun, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan Adhi Karya di Semester I-2025 tercatat menurun 29,88 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Semester I-2024 yang sebesar Rp35,37 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di Semester I-2025 yang sebesar Rp5,21 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan ADHI menjadi Rp19,59 miliar atau melorot 32,61 persen (y-o-y).
Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di paruh pertama 2025 hanya Rp7,54 miliar atau anjlok 45,24 persen (y-o-y).














