Sebagai contoh, pada tahun 2006 President SPC, Xiao Yang, memeriksa 292 hakim karena terlibat penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dalam melakukan investigasi. Dari jumlah tersebut, 109 hakim dituntut ke pengadilan. Pada tahun 2005 ada 378 hakim dan pada 2004 ada 461 hakim yang dituntut karena melakukan korupsi (chinadaily.com, 24/31007).
Menurut Xiao yang telah menduduki posisi pimpinan tertinggi badan yudikatif di Cina sejak tahun 1998 itu, korupsi yang melibatkan hakim, sekecil apapun, merusak citra sistem peradilan dan menghancurkan kredibilitas sistem peradilan di negeri itu.
Dalam laporan Chinese Court System seperti yang diberitakan ChinaDaily, pada tahun 2006 terdapat dua kelompok kasus korupsi tingkat tinggi.
Pertama, yang melibatkan tiga hakim tinggi Pengadilan Banding Rakyat China Fuyang di Provinsi Anhui, Cina Timur. Tiga hakim ini ditahan karena menerima suap sejak tahun 2005. Dua dari mantan hakim itu dihukum masing-masing 9 tahun dan 10 tahun. Satu hakim lagi sedang proses persidangan.
Yang kedua adalah kasus korupsi yang melibatkan lima hakim senior dari Pengadilan Banding Rakyat Cina Shenzhen di Cina Selatan.
Tiga dari hakim ini telah dijatuhi hukuman penjara dari tiga setengah tahun sampai dengan sebelas tahun. Sementara dua hakim dalam proses persidangan.














