Apalagi memang kenyataannya para pejabat dan banyak intelektual kita memang lulusan sekolah nekolim.
Lalu dari mana Presiden Prabowo membenahi?
Tentu saja dari puncak menara ekonomi, dari puncak masalah ekonomi, apa itu yakni masalah kedaulatan keuangan.
Dalam bahasa sederhana uang mengatur pejabat, uang mengatur orang, namun lebih dari sekadar uang, keuangan mengatur negara, keuangan membubarkan fungsi negara.
Orang boleh memegang uang namun permainan nilai uang bukan di tangan negaranya, apalagi di tangannya tentu tidak pernah.
Perubahan sedikit sistem keuangan dapat membubarkan negara itu beserta fungsinya. Sehingga prabowo memulai dari puncak yakni keuangan.
Serangkaian kebijakan menjebol, kebijakan tabrak masuk, dalam level tertinggi diambil Presiden Prabowo mulai dari menjebol rezim fiskal dengan pemotongan anggaran 10% dan akan ditingkatkan menjadi 30%.
Ini didasarkan atas asumsi utama yakni bocor dan praktek utama yakni ijon APBN yang dilakukan para politisi bekerja sama dengan oligarki kelas atas.
APBN adalah bancakan utama para kapitalis kelas atas Indonesia. Proyek-proyek APBN adalah makanan tahunan mereka. Makanya APBN bocor, APBN jebol. Tapi APBN terus ditopang defisit. APBN terus ditopang utang dan pembiayaan.















