Gatot berharap PT menjadi 0 persen. Dan Gatot memberikan kuasa ke Refly Harun.
Kalau yang satu ini jelas ada udang di balik batu. Semua juga tahu, seorang Gatot Nurmantyo memang sudah “ngebet” untuk bisa “nyapres”.
Tapi apa daya, selain tidak punya kendaraan partai politik yang bisa mengantarkan dirinya, aturan main konstitusi juga memblokade sosok seperti dirinya.
Karena harus diusung partai politik dengan PT 20 persen. Sampai sini sudah jelas kan motif “Si Udang di Balik Batu”?
Yang paling mengejutkan adalah pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.
Baru-baru ini, pimpinan lembaga anti rasuah itu tiba-tiba masuk ke dimensi politik. Keluar dari pakem, jalur pemberantasan korupsi.
Menurut Firli, “Sekarang orang masih heboh dengan apa itu pak, parliamentary threshold, presidential Threshold. Seharusnya kita berpikir sekarang bukan 20 persen, bukan 15 persen. Tapi 0 persen dan 0 rupiah.”
Hal itu disinggung Firli saat memberikan materi di acara Silatnas dan Bimtek anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Partai Perindo yang digelar di Jakarta Concert Hall, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (10/12/2021).
Lantas muncul pertanyaan, apakah isu PT 0 persen sudah seseksi itu sehingga membuat mereka merapatkan dalam satu barisan paduan suara yang sama dengan memberikan pernyataan antithesis yang naif tersebut?













