Sementara itu Dirut BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Elvyn G Masassya menegaskan, pihaknya siap membantu pemerintah dengan menyiapkan skema tambahan manfaat bagi pekerja, khususnya peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, beban terbesar dari pekerja adalah masalah perumahan dan transportasi. Untuk meringankan beban pekerja tentang hal ini, kata Elvyn, BPJS Ketenagakerjaan menyediakan akses perumahan dengan menyiapkan program pinjaman uang muka perumahan (PUMP) dan membangun perumahan pekerja dalam bentuk rusunawa dan rusunami di berbagai daerah. “Saat ini sudah ada perumahan pekerja di Batam (1000 unit) dan Serang (1000 unit). Yang sedang dibangun di Palembang (1500 unit) dan Karawang (750 unit). Kita utamakan pembangunan perumahan yang dekat kawasan industri,” jelas Elvyn.
“Sedangkan khusus program PUMP, tahun ini kami siapkan anggaran Rp200 miliar bagi pekerja peserta program (sudah 1 tahun sebagai peserta) dan dengan upah dibawah Rp5 juta,” tuturnya.
Untuk penyediaan akses transportasi, Elvyn pun mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah-pemerintah daerah yang banyak memiliki kawasan-kawasan , termasuk DKI Jakarta.
Ia menambahkan, pada Desember khususnya menjelang Natal, BP Jamsostek juga akan menggelar sembako murah bagi para pekerja di 11 Kantor Wilayah. Dan untuk meringankan beban pengusaha, melalui peningkatan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dimana BPJS Ketenagakerjaan siap merehabilitasi pekerja hingga siap kerja lagi (return to work) tanpa harus memberikan pesangon. “Jadi selama pekerja peserta program belum siap bekerja usai kecelakaan, BPJS akan menanggung biaya pengobatan hingga sembuh,” ujar Elvyn.














