Rachmat menambahkan, langkah-langkah tersebut sekaligus sebagai antisipasi awal untuk menghadapi kemungkinan dampak dari rencana pemerintah mengurangi subsidi bbm (bahan bakar minyak) yang diperkirakan mulai 1 November 2014, serta antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru. “Prinsipnya, pasokan barang ke masyarakat harus selalu tersedia dan harga bisa terjangkau,” tegasnya.
Sementara itu, guna mengatasi defisit neraca perdagangan, Rachmat menjelaskan, Kemendag akan mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk mendorong peningkatan kinerja ekspor.
Pembentukan “Koalisi Promosi Nasional” adalah untuk menyatukan visi-misi promosi yang selama ini terpecah di berbagai lembaga. Tujuannya sebagai forum kordinasi antarinstansi kementerian, terkait upaya menciptakan produk Indonesia yang unggul di pasar global. “Berbagai masukan untuk memetakan persoalan dan usulan-usulan akan kami tampung dan segera diformulasikan sebagai langkah strategis yang efektif. Harapannya, kita dapat sesegera mungkin meminimalkan masalah dan memberdayakan potensi yang ada untuk mempertahankan, bahkan segera meningkatkan ekspor,” katanya.
Untuk itu, Rachmat mengungkapkan, atas inisiatif Kemendag akan dibentuk suatu forum yang akan berkoordinasi dalam menggalang kekuatan antarinstansi dalam upaya peningkatan ekspor nonmigas.













