Mendag Busan menjelaskan, untuk mendapatkan buyer dan menembus ekspor, penting bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dari dua sisi, yaitu kualitas produk (resource based) dan strategi pemasaran berbasis pasar (market-based).
Ia juga menegaskan, Kemendag siap memfasilitasi UMKM untuk menjalin kontak dengan calon buyer di luar negeri melalui kegiatan penjajakan kerja sama bisnis (business matching).
Perwakilan perdagangan akan terlebih dahulu melakukan kurasi agar produk UMKM yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan calon buyer.
“Kami memiliki 46 perwakilan perdagangan di 33 negara akreditasi yang meliputi Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Mereka siap membantu UMKM yang sudah dikurasi untuk presentasi langsung dan memfasilitasi pertemuan dengan calon buyer,” tambah Mendag Busan.
Dalam paruh pertama 2025, UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi 356 kegiatan business matching, 241 sesi presentasi peluang bisnis (pitching), dan 115 pertemuan langsung dengan buyer dari 33 negara mitra dagang atau lebih.
Pada periode tersebut, tercatat sebanyak 609 UMKM telah mengikuti program business matching dengan nilai transaksi ekspor mencapai USD 87,04 juta atau setara dengan sekitar Rp1,3 triliun.














