“Angka ini masih bisa ditingkatkan, termasuk oleh kontribusi dari UMKM Bali. Produk perhiasan perak merupakan salah satu produk unggulan Bali yang berpeluang ekspor. Pasar produk perak kita bagus, tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi termasuk pasar Eropa. Setelah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) rampung, maka produk kita bisa mendapatkan tarif 0 untuk pasar Eropa,” jelas Mendag Busan.
Pada kegiatan ini, perwakilan CV Gangga Sukta, salah satu UMKM binaan IDDC–DDS 2023 di sektor dekorasi rumah, mengapresiasi upaya Kemendag dalam membuka pasar ekspor.
Melalui dukungan desain dari IDDC, perusahaannya berhasil meningkatkan tampilan produk, memperbaiki kemasan, serta menyesuaikan desain dengan preferensi konsumen internasional.
Menurutnya, dukungan ini memberikan nilai tambah yang signifikan dan membuka peluang baru untuk ekspor. Sementara itu, perwakilan PT Bali Sustainable Seafood, sebuah UMKM binaan Export Center Surabaya, juga mengapresiasi Kemendag atas pembinaan, fasilitasi, dan pendampingan yang telah diberikan.
Program Export Center telah memperkuat kapasitas UMKM ini sebagai pelaku usaha, memperluas wawasan, serta membuka akses jaringan yang lebih luas sehingga semakin mendorong semangat untuk bersaing di pasar global.














