Tinjau Produksi Perhiasan Perak Bali
Kegiatan dilanjutkan Mendag Busan dengan mengunjungi PT Karya Tangan Indah (John Hardy) yang memproduksi perhiasan berbahan perak.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag Busan meninjau langsung proses produksi perhiasan perak yang menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Provinsi Bali.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing ekspor nasional.
“Kunjungan ini juga bertujuan mempererat sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha dalam memperluas akses pasar internasional,” kata Mendag Busan.
Pada 2024, Bali merupakan provinsi pengekspor perhiasan perak terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta.
Kontribusi Bali mencapai 30,93 persen terhadap total ekspor produk perhiasan perak Indonesia.
Tiga negara tujuan utama ekspor perhiasan perak dari Bali adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar USD 16,5 juta dan pangsa pasar sebesar 38,20 persen, Singapura sebesar USD 6,7 juta dengan pangsa 15,77 persen, dan Jerman sebesar USD 6,7 juta dengan pangsa 15,48 persen.
Sementara itu, negara tujuan ekspor produk perhiasan perak Indonesia pada 2024, yaitu Jepang senilai USD 50,5 juta dengan pangsa 36,28 persen, Amerika Serikat senilai USD 27,9 juta (pangsa 20,01 persen), India senilai USD 14,2 juta (pangsa 10,17 persen), Singapura senilai USD 8,1 juta (pangsa 5,79 persen), dan Jerman senilai USD 7,7 juta (pangsa 5,49 persen).














