Menurut Mendag Busan, pameran produk secara fisik pada JMFW 2026 menjadi kesempatan untuk para pelaku usaha fesyen lokal untuk menampilkan dan memperkenalkan produk secara langsung kepada buyer dalam dan luar negeri.
Meski begitu, pelaku usaha juga perlu memanfaatkan toko daring secara beriringan untuk memasarkan produknya.
“Sekarang semua bisa berjalan bersamaan, atau disebut omnichannel. Toko fisik memberikan pengalaman berbelanja secara langsung, kemudian toko online membantu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Mendag Busan.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia Balques Manisang menyampaikan, Shopee terus mendukung pelaku usaha fesyen lewat berbagai fitur di Shopee, seperti Shopee Live dan Shopee Video.
Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan usaha, Shopee memiliki Kampus UMKM Shopee, di mana pelaku usaha dapat belajar gratis secara daring.
“Sebelum memulai usaha, termasuk di toko online, kita perlu mempelajari strategi yang ada. Shopee memiliki kelas online untuk para pelaku usaha belajar. Baik pelaku usaha baru, advance, ingin ekspor, hingga yang sudah ekspor,” ujar Balques.
Salah satu peserta gelar wicara, Anggi, mengungkapkan gelar wicara yang diadakan memberinya wawasan baru seputar perdagangan daring.














