Hal tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah suatu komoditas, dalam hal ini kratom.
“Semoga pelepasan ekspor perdana kratom kali ini dapat menjadi momentum yang terus berkembang untuk mendorong perluasan pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi nasional,” pungkas Mendag Busan.
Direktur Utama PT SUCOFINDO Jobi Triananda menambahkan, SUCOFINDO sangat mendukung
proses implementasi program verifikasi ekspor kratom.
Sebagai lembaga Testing, Inspection and Certification (TIC) yang independen, SUCOFINDO berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan kualitas kratom. PT SUCOFINDO juga telah terakreditasi SNI ISO/IEC 17020:2012 sebagai lembaga inspeksi produk kratom dan SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk laboratorium uji produk
kratom.
“Sebagai perusahaan yang independen, setiap sampel yang kami terima akan melalui proses pengujian dan verifikasi yang ketat sesuai standar kualitas yang ditetapkan tanpa adanya toleransi khusus. Untuk mendukung hal ini, PT SUCOFINDO telah mempersiapkan sumber daya berupa tenaga ahli, teknologi, dan metode yang telah teruji,” kata Jobi.
Agus Widhiyanto dari Kompar mengatakan, tata niaga ekspor kratom bermanfaat dalam menjaga kualitas ekspor kratom. Kualitas yang terjaga merupakan faktor penting dalam mencegah eksportir kratom merugi setelah pengiriman barang.















