“Dengan demikian, produk Indonesia terbukti memiliki daya saing. Dengan produk yang berkualitas kita tidak hanya mampu menembus pasar ekspor, tetapi juga memperkuat pasar dalam negeri dan membendung serbuan produk impor,” tegas Mendag.
Mendag Busan mengapresiasi sektor perbankan termasuk Bank Jatim atas dukungannya kepada perusahaan seperti Moorlife-PT MMM.
Menurutnya, dukungan pembiayaan penting bagi pelaku usaha agar dapat menembus pasar ekspor.
“Saya harap dukungan ini tidak hanya untuk pelaku usaha besar, melainkan juga untuk UMKM agar mereka bisa segera ekspor,” ujar Mendag Busan.
Mendag Busan menyampaikan, selain fokus pada pengamanan pasar dalam negeri, pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar ekspor Indonesia melalui penyelesaian secara aktif berbagai perundingan perdagangan dengan negara lain.
“Kemarin, kami mengumumkan bahwa kami telah menyelesaikan perundingan Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) telah selesai. Pada 24 September 2025, Indonesia juga menandatangani Indonesia–Canada CEPA. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk memperkuat penetrasi pasar global,” kata Mendag Busan.
Kemendag memiliki 46 perwakilan dagang (perwadag) di 33 negara yang bertugas untuk mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melakukan ekspor.















