Sajauh ini kata Thomas, Tim Pokja yang dipimpinnya sudah memetakan audiensike empat golongan. Pertama utuk masyarakat luas domestik, dimana Pokja I berniat untuk kerja sama dengan Tim Komunikasi Presiden.
Kedua adalah masyarakat internasional tentunya termasuk investor-investor internasional yang berkaitan dengan investasi, yang berkaitan dengang perdagangan, bahkan pariwisata dan sebagainya.
“Di sini kami akan bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk bisa mengakses jaringan tugas-tugas mancanegara di Jakarta, chamber of commerce seperti AMCHAM, US-Asian-British Council, Econet, dsb. Dan juga bisa menggunakan jaringan-jaringan KBRI, Konsulat Jenderal RI di mancanegara,” jelas Lembong.
Ketiga, kalangan-kalangan khusus yaitu pelaku yang akan fiakses melalui asosiasi-asosiasi, atau juga Kadin, Apindo dan juga asosasi-asosiasi perusahaan industri, akademisi dan pakar-pakar juga sebagai contoh lembaga-lembaga keuangan seperti Rating Agency, lembaga-lembaga keuangan yang sering menerbitkan research report mengenai perekonomian atau pasar modal Indonesia.
“Di sini kami akan bekerja sama dengan OJK dan BI. Kebetulan juga sudah ada satu satgas juga sebetulnya ya, Pak Menko? Namanya Investor Relation Unit Republik Indonesia yang terdiri atas BI, Menko Ekonomi dan Menteri Keuangan,” jelas Mendag seraya menegaskan, pihaknya akan memanfaatkan itu juga, termasuk juga BKPM. Sarana dan jaringannya sudah ada.














