TANGERANG-Harga daging sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecederungan stabil pada tingkat harga yang tinggi. Di Pasar Modern Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang misalnya harga daging sapi masih stabil tinggi di angka Rp 120.000 sampai Rp 130.000/kilogram (kg). Harga ini terbilang tidak turun, padahal pemerintah menargetkan harga daging sapi segar dijual Rp 80.000/kg. Kondisi ini tentu cukup memberatkan baik bagi konsumen maupun pedagang karena omzetnya semakin turun.
Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita menargetkan harga daging sapi segar bisa turun di bawah Rp 100 ribu per Kg dalam waktu dekat.
Tingginya harga jual daging sapi di tingkat konsumen dipengaruhi mata rantai pasokan komoditas ini sejak dari impor tempat penggemukan sapi (feedloter) pejagalan, sampai ke pedagang eceran di pasar.
Untuk diketahui, harga jual karkas dari pejagalan dibanderol Rp 88 ribu-Rp 90 ribu per Kg sehingga harga daging sapi masih dipatok Rp 120 ribu-Rp 130 ribu per Kg. “Ada mata rantai yang panjang sejak dari impor, ambil produksi di penggemukan sapi, pejagalaan sampai ke konsumen. Nanti kita akan lihat cost structure-nya, berapa untung yang diambil karena pada dasarnya pengusaha boleh untung tapi tidak berlebihan yang akan menyengsarakan rakyat,” tegas Enggar usai blusukan ke Pasar Modern BSD dan Pasar Anyar, Tangerang, Banten, Minggu (7/8).















