Saat berdialog dengan Menteri Enggar, sejumlah pedagang mengeluhkan tingginya harga daging sapi segar. ”Harga daging lokal di sini masih Rp120 ribu per kg pak. Tapi harga daging impor Rp 80 ribu Tolong Pak diturunkan harga daging lokalnya,” keluh salah seorang pedagang daging sapi bernama Riki Yakub.
Yakub mengaku enggan menjual daging sapi impor di lapak miliknya. ”Sapi impor disini kurang diminati, pembeli pada gak mau,” timpalnya.
Mesti terbilang lebih murah, pembeli di pasar modern lanjut Riki, lebih senang dengan sapi lokal segar bukan daging beku.
Ketika ditanyai Mendag, Riki menjawab, daging sapi lokal yang dijualnya berkisar antara Rp 87 ribu sampai Rp 140 ribu. “Macam-macam Pak, kalau paha Rp 140 ribu perkilo, kalau yang masih banyak gajihnya antara Rp 87 ribu sampai Rp 90 ribu perkilo,” tandas Riki yang sudah 8 tahun berjualan di tempat itu. (Raja Tama)















