DENPASAR – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta eksportir Indonesia dapat memanfaatkan alternatif ekspor ke Uni Eropa di tengah penerapan tarif ekspor Amerika Serikat 19 persen.
“Kita punya alternatif pasar baru di Uni Eropa 27 negara, kita sudah perjanjian dagang, kemudian di IEU-Asia,” kata dia usai melepas ekspor vanila, kayu manis, dan madu dari Bali ke Hongkong kepada ANTARA, Selasa (19/7).
Mendag Budi sendiri menanggapi tarif ekspor Amerika Serikat dengan tenang, sebab Indonesia masih punya kesempatan luas dan di ASEAN tarif 19 persen itu termasuk terendah bersama dengan Filipina.
Begitu pula dengan tarif Amerika Serikat ketika ekspor produk ke Indonesia yang dikenakan 0 persen di hampir semua produk, sebab menurutnya sejak awal sudah banyak produk mereka yang Indonesia beli tanpa mereka dikenakan tarif.
Mendag mengakui bahwa berjualan di pasar internasional tidak mudah kecuali memiliki perjanjian dagang, namun dengan Indonesia membuka pasar baru di beberapa negara ini membuat produk Indonesia bisa masuk ke negara tersebut.
“Tahun ini kita sudah menyelesaikan perjanjian dagang Indonesia-Kanada, kemudian IEU-CEPA (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement), IEU-Asia, jadi negara Rusia dan sekitarnya sudah bikin perjanjian dagang, yang baru kemarin itu IEU-Jepang,” ujarnya.















