“Jadi IEU atau negara Uni Eropa sebanyak 27 negara Eropa sekarang sudah ada perjanjian dagang dengan Indonesia,” sambung Mendag.
Budi Santoso ingin eksportir dalam negeri memanfaatkan kesempatan besar ini, bersamaan dengan itu pemerintah daerah diminta menggerakkan ekonomi masyarakat sehingga produk lokal masuk standarisasi untuk ekspor.
“Kesempatan besar buat kita untuk masuk pasar-pasar ke Uni Eropa, nanti tarifnya banyak yang nol persen, jadi banyak negara yang belum mempunyai perjanjian dagang dengan Eropa, di ASEAN pun belum banyak dan kita salah satu yang sudah melakukan perjanjian itu,” kata dia.
Saat ini sendiri di tengah program UMKM Bisa Ekspor gagasan Kementerian Dalam Negeri sendiri sebanyak 600 lebih UMKM sudah ikut dengan nilai transaksi yang terjadi sebesar 87,5 juta dolar AS atau setara Rp1,3 triliun.
Oleh karena itu ia mendorong masyarakat di daerah yang memiliki potensi produk segera diakomodir dan dibantu kementerian untuk mencari pembeli di luar negeri.















