Sementara pada pertemuan dengan Menteri Hong Kong, Mendag memfokuskan pada usulan kerja sama pengembangan maritim. Saat ini Hong Kong telah berhasil menempatkan posisinya sebagai salah satu wilayah hub logistik internasional serta kemampuan UKM-nya dalam menopang industri dalam negeri Hong Kong.
Hong Kong sangat berminat melakukan kerja sama dengan sektor UKM Indonesia, terlebih dengan akan dibukanya Kantor Dagang dan Ekonomi Hong Kong. Kerja sama sektor maritim tersebut sangat sesuai dengan program pemerintah Presiden Jokowi yang ingin menjadikan maritim Indonesia besar di mata internasional.
Sedangkan saat bertemu dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Rachmat berkesempatan untuk berdiskusi mengenai kerja sama di sektor panas bumi sebagai salah satu bentuk energi terbarukan (renewable energy) yang dapat dimanfaatkan oleh kedua negara.
“Pemanfaatan panas bumi sebagai salah satu energi alternatif dapat mengurangi penggunaan energi tradisional (berbahan fosil) dan hal ini tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mengalokasikan subsidi minyak kepada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur,” jelasnya.
Kedua Menteri juga sepakat untuk melakukan pengembangan di sektor pertanian dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia. Isu konektivitas yang menjadi salah satu program pemerintah baru turut disampaikan Mendag RI dalam pertemuannya dengan Secretary of Commerce Hong Kong dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura.














