Ia melanjutkan, bibit unggul hasil penelitian akan dibagikan kepada petani.
Selain itu, petani mendapat pelatihan untuk mengelola kelapa agar lebih maksimal.
“Selanjutnya, petani diberi pelatihan menanam, memetik, serta mengolah tanaman agar menghasilkan produk unggulan yang luar biasa,” imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi PT Sari Segar Husada dan karyawan-karyawannya yang terus berupaya memajukan perekonomian, khususnya daerah Lampung.
“Apresiasi diberikan untuk Sari Segar Husada (Sungai Budi) beserta karyawan-karyawannya sebagai pahlawan Indonesia. Kuncinya kerja sama, pemerintah bertugas membantu dan mendukung. Nantinya, pelaku usaha yang usahanya semakin maju akan menyerap lebih banyak tenaga kerja dan membayar pajak lebih besar,” tambahnya.
Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar ke-2 di dunia setelah Filipina.
Total luas wilayah perkebunan kelapa Indonesia mencapai 3,3 juta hektare dengan kapasitas produksi yang mencapai 2,8 juta ton per tahun.
Pada Januari—Mei 2024, ekspor produk kelapa Indonesia mencapai USD 564,38 juta.
Nilai ini naik 4,45 persen dibandingkan periode yang sama pada 2023.
Negara-negara tujuan ekspor utama ekspor produk kelapa Indonesia adalah Tiongkok dengan pangsa sebesar 17,62 persen, Malaysia (16,18 persen), Belanda (11,30 persen), Amerika Serikat (8,57 persen), serta Sri Lanka (6,50 persen).













