JAKARTA– Tradisi Semana Santa di Larantuka, tidak mungkin terlaksana tanpa peran kaum awam setempat.
Pemerhati sejarah dan budaya Larantuka, Fransiskus Roi Lewar mengatakan bahwa keberadaan Semana Santa di Larantuka, memang tidak dapat dilepaskan dari peran umat awam, dalam hal ini Raja Larantuka beserta serikat awam, Konfreria.
Mereka inilah, kata Roi Lewar, yang menjaga tradisi itu selama ratusan tahun, ketika Larantuka tidak memiliki seorang imam yang bisa memimpin umat di daerah itu.
Pasalnya, ketika itu, Portugis yang sudah terdesak oleh Belanda sehingga para imam dari negara itu tidak memiliki jadwal tetap untuk mengunjungi Larantuka.
“Semana Santa bisa eksis sampai hari karena karakteristik orang Larantuka yang berbudaya pantai, artinya terbuka. Makanya dari dulu, semana santa adalah hajatan raja yang kemudian dipelihara oleh serikat Konfreria yang melibatkan,” ulasnya dalam obrolan bertajuk “Mengenal Semana Santa Larantuka”, yang ditayangkan di kanal Youtube Larantuka Heritage, Minggu (23/3/2025)..