Contoh lainnya adalah tangan kayu yang disebut Tangan Diabo (setan) yang melukiskan tangan-tangan prajurit Romawi yang menganiayai Yesus.
Karena itu, dia berpesan kepada para peziarah dan juga umat Katolik di Larantuka, agar ketika mengikuti seluruh proses Semana Santa, dari awal hingga Minggu Paskah, mengalami pembaharuan dalam kehidupan imannya.
Dalam kesempatan yang sama, Romo Festo, begitu ia biasa disapa menyatakan bahwa, akomodasi penginapan merupakan persoalan pelik yang sukar dipecahkan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), guna menampung ribuan peziarah datang setiap tahun untuk mengikuti perayaan budaya bernafaskan Katolik itu.
Karena itu, sudah saatnya umat Katolik di Larantuka memberikan kesempatan bagi para peziarah untuk menumpang di rumah mereka.
“Umat di larantuka bisa jadi tuan rumah yang baik. Peziarah bisa menginap di rumah umat sekaligus menambah saudara atau keluarga. Harus dimulai dan inisiatif dari Paroki Katedral Larantuka berkoordinasi dengan pengurus lingkungan dan para peziarah bisa mendaftarkan diri untuk menginap di rumah umat,” ucapnya.
Ia menambahkan, selama menumpang di rumah umat, para peziarah tidak perlu dikenakan tarif.
Peziarah, katanya, juga datang dengan intensi atau ujud keprihatinan tertentu sehingga tentunya mereka tidak akan menuntut pelayanan konsumsi yang mewah.













