Dengan mempertimbangkan semua katalis dan risiko yang telah dipaparkan, bagaimana potensi pasar obligasi maupun pasar saham ke depannya?
Di tahun 2025 kinerja pasar obligasi sangat ditopang oleh penurunan suku bunga yang agresif sejak tahun 2024. Untuk tahun 2026, katalis yang berasal dari penurunan suku bunga masih berlanjut namun sudah lebih terbatas.
Secara historis pasar obligasi Indonesia dapat mempertahankan kinerja positif pada tahun fase akhir penurunan suku bunga, namun pada saat yang sama kita juga harus mengendalikan ekspektasi yang berlebihan.
Volatilitas diperkirakan terjaga, ditopang oleh porsi kepemilikan asing yang rendah di pasar SBN, sementara permintaan dari investor domestik diperkirakan tetap kuat terutama seiring dengan suku bunga deposito perbankan yang turun.
Di lain pihak, faktor risiko yang perlu diperhatikan adalah perkembangan arah kebijakan The Fed, serta perkembangan defisit fiskal di 2026.
Untuk pasar saham, secara fundamental dan dari pendekatan risk and reward, kami menilai daya tarik pasar saham 2026 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2025. Beberapa faktor pendukung pemulihan minat terhadap pasar saham Indonesia adalah:
- Siklus pemulihan ekonomi:
Ekspektasi pemulihan ekonomi dapat mengangkat potensi pertumbuhan laba emiten. Ekspektasi MAMI pertumbuhan laba IHSG 2025 di kisaran +8% YoY. - Valuasi atraktif:
Saham blue chip menawarkan valuasi menarik, yang mana saat ini sudah setara dengan level yang terjadi di masa pandemi - Potensi diversifikasi global:
Sebagai perekonomian yang berorientasi domestik, Indonesia berpotensi kembali masuk dalam radar investor asing, terutama di tengah tren diversifikasi setelah penguatan pasar global yang terkonsentrasi di sektor teknologi.
Beberapa sektor potensial yang kami kira akan semakin menarik adalah sektor financials yang ditopang oleh perbaikan pertumbuhan kredit dan turunnya cost of fund, lalu sektor consumer staples yang berpotensi diuntungkan pemulihan daya beli, serta materials terkait maraknya permintaan critical mineral seperti misalnya nikel, tembaga, dan cobalt.













