Terdapat beberapa langkah yang bisa menjadi pertimbangan bagi Pemerintah:
Pertama, mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencegah penyebaran Covid-19, penyediaan peralatan pendeteksi virus di tempat-tempat umum, sosialisasi yang masif disemua media, kesiapan RS, ruang isolasai dan pengobatan serta tenaga medis yang memadai.
Walaupun Pemerintah harus mengeluarkan anggaran cukup besar, langkah ini dianggap sebagai langkah antisipatif yang bisa meminimalisir dampak ekonomi yang ditimbulkan. Keselamatan jiwa masyarakat tetap harus diutamakan.
Termasuk membatasi sementara mobilitas orang daridan ke negara yang memang menjadi kawasan penyebaran corona.
Kedua, kebijakan fiskal yang tepat sasaran. Dampak yang paling cepat dirasakan oleh Indonesia adalah, terganggunya ekspor dan impor nasional. Terganggunya perekonomian China, tentu akan berdampak terhadap permintaan terhadap barang komoditas yang menjadi andalan kita selama ini, seperti batu bara dan kelapa sawit.
Selain itu, juga akan berdampak terhadap ketersediaan barang impor, sehingga akan berpengaruh terhadap industri yang bahan baku atau barang modalnya berasal dari China.
Oleh Sebab itu, dalam jangka pendek, APBN harus mampu menstimulus permintaan domestik melalui kebijakan fiskal yang tepat sasaran.














