Menyapa dan memberdayakan relawan-relawannya, merupakan satu-satunya cara untuk bisa meraih simpati dan dukungan politik bagi Presiden Jokowi jangka panjang, pasca lengsernya serta bagi Capres yang akan didukungnya.
Presiden Jokowi tentu akan merasa terbebani hatinya, jika masih terus saja mempertahankan para menteri yang tidak mendukung visi politiknya, sedangkan para tokoh relawannya sendiri, seperti Dr. Haidar Alwi dibiarkannya berjuang mati-matian sendirian untuk terus menerus mengawal pemerintahannya dari gangguan dan serangan lawan-lawan politiknya.
Bagaimanapun Presiden Jokowi pastinya menyadari, lebih baik mengapresiasi para tokoh relawannya seperti Dr. Haidar Alwi tersebut dengan memberinya posisi di kabinetnya, daripada mempertahankan dan membesarkan lawan-lawan politiknya di kabinet.
Waktu kepemimpinan nasional Presiden Jokowi yang tersisa akan sedemikian singkat, jika Presiden Jokowi tidak sesegera mungkin meninggalkan kenangan manis bagi para pendukungnya, maka begitu Jokowi tak lagi menjadi Presiden, kenangan untuknya akan segera pupus, layu dan menghilang, berganti dengan kenangan Presiden baru yang lebih memiliki rasa simpati dan empati terhadap para pendukungnya dibanding dengan para lawan-lawan politiknya sendiri.
Semoga Presiden Jokowi tersadarkan. Jum’at mubarak !…
Penulis adalah Lawyer dan Pemerhati Politik di Jakarta














