Teknologi layanan berbagi pakai (Cloud Computing), dapat diakses melalui internet untuk memberikan layanan data, aplikasi, serta infrastruktur kepada pengguna kapan saja dan dimanapun. Teknologi tersebut, juga memberikan efektifitas dan efisiensi yang tinggi untuk melakukan integrasi TIK ke dalam penerapan SPBE.
“Dukungan teknologi layanan berbagi pakai akan mendorong kinerja administrasi pemerintah yang semakin kolaboratif, mobile, serta kian kompetitif,” jelas Imam.
Harus diakui, efisiensi biaya memang menjadi salah satu kendala penerapan SPBE. Hal itu disebabkan belum adanya tata kelola yang terpadu secara nasional. Menurut hasil kajian Dewan TIK Nasional tahun 2016, total belanja TIK pemerintah untuk software dan hardware pada periode tahun 2014 – 2016 mencapai lebih dari Rp12,7 triliun atau rata-rata Rp4,23 triliun per tahun.
Kajian itu juga menyebutkan, bahwa 65 persen dari belanja aplikasi atau software dan lisensi software digunakan untuk membangun aplikasi sejenis antar instansi pemerintah. Kondisi demikian mengindikasikan kurangnya koordinasi antar instansi pemerintah di dalam pengembangan SPBE, hingga terjadi duplikasi anggaran belanja TIK secara nasional.
Oleh karenanya, solusi software Open Source menjadi pilihan yang masuk akal untuk mendukung tujuan efisiensi biaya, termasuk di dalamnya software database dalam infrastruktur SPBE. PostgreSQL sebagai Open Source Database Management Systems (OSDBMS) telah menjadi sebuah pilihan utama sistem database kelas perusahaan.












