Apakah Presiden Jokowi lupa bahwa penebar hoax itu pelaku pidana yang seharusnya dipenjara dan bukan malah diberi anugerah Bintang Mahaputra Nararya?
Apakah Presiden Jokowi akan terus-terusan bersikap sembarangan seperti itu, hanya gara-gara Presiden Jokowi berkeyakinan para relawannya tidak bakalan melawannya, karena di sebrang sana ada berjuta Kaum Cuti Nalar (Pengusung Sistem Khilafah) yang siap kapanpun saja menumbangkan Pemerintah dan menguasai negara dan kami pasti tak akan mau mendukung mereka?.
Presiden Jokowi terlalu tega “menggadaikan” idealisme kami, darah juang kami demi untuk masa depan Politik Dinasti keluarganya sendiri, hanya karena Jokowi tau kami semua tak akan sudi dan tak akan pernah mau menyatu dengan kaum di seberang sana yang kerap cuti nalar, mengabaikan rasio, mengabaikan logika dan yang lebih banyak diperbudak oleh nafsu kebencian?!.
Sejak lama sejatinya, saya sebagai Ketua Umum Ormas HARIMAU JOKOWI merasakan beberapa kejanggalan dengan apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, yang lebih kerap mengapresiasi lawan-lawan politiknya daripada mengapresiasi para pendukungnya sendiri.
Untuk itu mungkin masih ada yang pernah mengingat, saya pernah mewacanakan perubahan nama Ormas HARIMAU JOKOWI dengan nama HARIMAU PERUBAHAN.














