Rekam jejak juga menentukan penilaian. Jika rekam jejak pelaku debat tervalidasi sebagai sosok yang baik atau senantiasa berada pada garis moral, etika dan hukum yang berlaku, maka lebih cenderung akan mendapat penilain subyektif yang positif dari publik.
Demikian sebaliknya. Jadi, rekam jejak hal yang harus tetap terjaga.
Reputasi merupakan opini umum dari masyarakat tentang nama baik dari peserta debat.
Nama baik peserta debat yang sudah tertanam di peta kognisi publik akan memberikan penilain positif terhadap tokoh tersebut.
Demikian sebaliknya. Reputasi juga dipertaruhkan.
Kedua, yang terjadi di panggung debat saat perdebatan. Setidaknya juga ada empat unsur yang terjadi di pangung debat yang mempengaruhi penilai publik kepada pada peserta debat yaitu program, retorika, acting, dan rasionalitas,
Program harus menjawab persoalan publik. Peserta debat mendapat penilain bagus dari publik bila program tersebut konkrit, baik dari aspek capaian, pendanaan, proses dan interval waktu yang operasional. Demikian sebaliknya.
Program ibarat “peluru” yang dilontarkan ke peta kognisi semua khlayak.
Dalam retorika ini, peserta debat akan mendapat penilaian yang baik dari khalayak bila ia betul-betul menguasai materi yang disampaikan, menarik perhatian dan menimbulkan simpati, serta dapat diterima akal sehat masyarakat. Demikian sebaliknya. Jadi, diperlukan strategi retorika yang jitu untuk dapat memenangkan pertarungan debat.












