Per 30 Juni 2025, emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Februari 2024 ini mencatatkan ekuitas Rp298,28 miliar atau bertumbuh 7,39 persen dibadingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp277,75 miliar.
Hingga akhir Semester I-2025, jumlah liabilitas MKAP terpantau bisa ditekan 25,8 persen (year-to-date) menjadi Rp179,13 miliar, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp146,94 miliar.
Dengan demikian, total aset MKAP hingga akhir Juni 2025 tercatat Rp477,41 miliar atau menurun 8,04 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan bank tersisa Rp8,96 miliar atau ambles 77,87 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp40,48 miliar.
Jika mengacu pada cash flow MKAP di periode Januari-Juni 2025, penurunan kas tersebut diakibatkan oleh adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp61,21 miliar, terutama tertekan oleh pembayaran utang bank jangka pendek sebesar Rp96,03 miliar.














