Oleh: Marthin Laurel Siahaan
Slogan dan semangat “Make America Great Again” yang diusung oleh Trump menghasilkan kondisi yang sangat memperihatinkan. Kampanye ini telah berhasil menghasut para remaja di negara itu rasial dan intimidatif terhadap masyarakat adat Idian.
Konflik rasial dan intoleran dilaporkan banyak pihak semakin tinggi setelah Trump memakai slogan “Make America Great Again”. Sayangnya pemerintah Amerika yang telah berdosa besar terhadap masyarakat adat di Negara nya tidak ingin memperbaiki kesalahan terbesar mereka di masa lalu.
Dalam catatan sejarah, pemerintah Amerika sering sekali ikut campur dalam politik domestik pada suatu negara. Bahkan juga ada dalam domumen sejarah Indonesia dan dokumen resmi pemerintah Amerika.
Slogan sejenis Make America Great Again saya yakini akan ditularkan juga di Indonesia, karena Indonesia akan menghadapi pemilihan Presiden. Dalam beberapa tahun slogan ini meningkatkan konflik intoleran semakin tinggi di sana. Wajar saja bila itu terjadi, mantan Presiden Amerika Bill Clinton sudah memperingatkan bahwa Amerika Great Again adalah slogan Rasis.
Paham “Make America Great Again” bisa dikatakan merupakan bentuk transformasi dari paham yang lahir buntut dari Perang Dingin. Perang Dingin dahulu kala, Amerika sangat kewalahan menghadapi lawan terberatnya Uni Soviet. Untuk menghidupkan kembali semangat superior dari warga negara nya, Ronald Reagen akhirnya mempopulerkan “Let’s Make America Great Again” pada pemilihan Presiden 1980.













