Artinya, bagaimana pasar menilai kondisi ekonomi Indonesia.
Kalau pasar menilai negatif sebagai pertanda pasar tidak confidence dengan pencapaian makro ekonomi Indonesia.
Akibatnya, pasar tidak percaya. Bukti ketidakpercayaan pasar itu adalah dengan pelemahan rupiah yang terus terjadi.
Ketidakpercayaan pasar ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi semu atau tidak berkualitas.
Memang diakuinya, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tinggi.
Tetapi kualitas pertumbuhan tidak berkualitas karena tergantung pada sektor non tradeable.
Kalau pertumbuhan sektor non tradeable ini stagnan maka pertumbuhan tinggi ini tidak ada maknanya dan tidak lebih sebagai angka saja.
Karena hanya dinikmati oleh pemilik modal dan tidak menyebar ke seluruh masyarakat. “Dan ini menjadi persoalan. Karena ketika pertumbuhan ekonomi tidak menyebar maka tidak akan menciptakan multipliyer effect,” pungkas dia.













