“Jadi, kami menduga Menkes memperkaya mafia Alkes. Contoh antigen harga Rp30 Ribu tetapi Menkes beli dengan harga Rp 86 ribu di E-catalog,” ujarnya.
Dia mengatakan pembelian dengan harga mahal ini berpotensi merugikan keuangan negara.
Karena itu, dia meminta Kementrian Keuangan (Kemenkeu) sebagai pengawas anggaran proaktif menyelamatkan uang Negara agar tidak menjadi bancaakan mafia Alkes ini.
Hal penting mengingat, kondisi keuangan negara saat ini lagi kesulitan.
“Rakyat kesulitan makan, mafia Alkes pesta pora. Ini jelas-jelas tidak adil,” tuturnya.
Lebih lanjut, dia mendukung pemerintahan Joko Widodo ini menciptakan lapangan kerja dengan memakai barang lokal hasil produksi dalam negeri.
“Segenap anak bangsa bantu Presiden Jokowi memberantas korupsi dan mafia Alkes dengan membeli barang produksi lokal. Kita semua bantu Pak Jokowi ciptakan lapangan kerja demi pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya.
Sebenarnya jelas dia, komitmen Presiden Jokowi agar menggunakan produk lokal tidak perlu diragukan lagi.
Dalam setiap kegiatannya, Presiden Jokowi selalu mengkampanyekan pentingnya bangga dengan buatan dalam negeri.
“Presiden Jokowi selalu bilang cintailah barang produk dalam negeri, pakai Alkes buatan dalam negeri. Presiden kita ini juga benci buatan Luar negeri,” jelasnya.














