JAKARTA – Merosotnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan terpuruknya nilai tukar rupiah hingga mendekati angka Rp 11.000 per USD membuat pemerintah panik. Untuk menyikapi pelemahan sejumlah indikator makro ekonomi domestik, pemerintah akan membuat paket kebijakan fiskal-moneter yang akan diumumkan pada Jumat pekan ini. Menteri Keuangan Chatib Basri mengaku, penanganan jangka pendek akan lebih fokus pada stabilitas di sektor keuangan. “Di dalam fokus jangka pendek, kami harus fokus pada stabilitas sektor keuangan, tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sudah duduk bersama-sama untuk menjaga ini,” kata Chatib di Gedung DPR Jakarta, Rabu (21/8).
Mengahadapi situasi perekonomian global dan domestik saat ini, kata Chatib, pemerintah dan BI berencana mengeluarkan paket kebijakan moneter dan fiskal yang dibuat secara lengkap dan menyeluruh. “Sejauh ini concern dari pelaku ekonomi ada pada dua faktor yang di luar (negeri) dan domestik,” ucapnya.
Dia mengatakan, kekhawatiran terhadap perekonomian eksternal terkait dengan isu pengetatan quantitative easing pada September mendatang. “Faktor ini dikombinasi juga dengan faktor domestik, kekhawatiran terhadap ekonomi kita. Kami juga harus melihat ada soal-soal yang harus diselesaikan di ekonomi domestik,” paparnya.














