JAKARTA-Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dalam sepekan terakhir mulai stabil. Menteri Keuangan, Chatib Basri mengklaim, penguatan mata uang garuda ini sepenuhnya berdasarkan mekanisme pasar dan bukan hasil dari intervensi Bank Indonesia (BI). Hal ini mengisyaratkan Rupiah kini sudah mencapai keseimbangan baru.
Pernyataan tersebut seperti ditegaskan Chatib dalam acara Mandiri Investment Forum 2013 di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Senin (11/11). “Rupiah sudah mulai mencapai titik keseimbangan baru yang tampak dari rentang fluktuasi yang semakin menipis,” kata Chatib.
Di pasar spot antar bank, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan stagnan di posisi 11.375 per dolar AS.
Analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir mengatakan investor masih bersikap waspada menanti kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) pada pekan ini untuk melihat apakah ada upaya baru dalam menjaga stabilitas rupiah. “Outlook rupiah masih netral, mata uang domestik diperkirakan diperdagangkan di kisaran Rp11.330-Rp11.660 per dolar AS,” katanya di Jakarta, Senin (11/11).
Menurut Chatib, sejak beberapa bulan teakhir volatilitas rupiah berada pada kecenderungan yang terus melemah yang akhirnya berada pada kisaran Rp11.000-an. Padahal, kata dia, sebelumnya rupiah masih berada pada angka Rp9.000-an per dolar AS. “Cadangan devisa kita naik terus dalam dua bulan terakhir mencapai US$97 miliar. Artinya, rupiah tidak lagi diintervensi BI. Jadi, dalam dua bulan terakhir kurs rupiah sudah ditentukan mekanisme pasar,” terang Chatib.













