Lebih lanjut dia menyebutkan, fluktuasi rupiah yang berada pada tren pelemahan sempat mencapai tiga ratusan rupiah dalam sehari. Seiring dengan semakin membaiknya perekonomian dalam negeri, sehingga rupiah akhirnya menemui titik keseimbangan baru yang nilai fluktuasinya berada di angka Rp50-an.
Dengan demikian, tegas dia, volatiltas rupiah saat ini menunjukkan bahwa rupiah sudah berada di titik keseimbangan baru. Chatib mengatakan, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia harus siap untuk menghadapi perekonomian tanpa adanya quantitative easing dari Federal Reserve. “Artinya, nilai tukar mata uang di negara-negara berkembang berpotensi besar mengalami pelemahan,” ujar Chatib.
Untuk menyikapi kemungkinan tersebut, menurut Chatib, sejauh ini Indonesia sudah menyiapkan dana lapis kedua senilai US$40 miliar. Sehingga, lanjut dia, apabila The Fed melakukan tapering-off, maka pemerintah akan menghadapinya tanpa perlu menggunakan cadangan devisa yang ada di BI
Â













