“Kalau ada evidence-nya, ada statistiknya maka kita bisa membuka permasalahan itu secara obyektif. Kemudian kalau kita sudah tahu persoalannya secara obyektif kita bisa juga membuat remedy-nya atau koreksinya secara lebih baik,” pesan Menkeu kepada para pejabat yang hadir.
Menkeu menegaskan bahwa konstruksi sosial masyarakat yang terbentuk secara umum cenderung lebih menguntungkan laki-laki daripada perempuan.
Diperlukan identifikasi masalah dan terobosan-terobosan kebijakan yang lebih suportif mendorong, menumbuhkan rasa percaya diri dan memberdayakan para pegawai perempuan untuk lebih maju.
“Jadi, tempat kita mulai membiasakan melakukan identifikasi perbedaan gender itu supaya kita makin gender sensitive. Kalau Anda gender neutral saja itu sebetulnya Anda sebetulnya bias (condong menguntungkan) kepada laki-laki. Karena dunia itu sudah njomplang (kondisi tidak imbang yang cenderung menguntungkan laki-laki). Jadi kalau saya (berpikir) laki-laki-perempuan sama saja itu sebetulnya Anda membela laki-laki karena perempuan itu by default inferior secara construction social. Jadi kalau Anda mengatakan ‘saya gender neutral’, itu berarti anda tidak melakukan koreksi,” pungkasnya.














